SUARA INDONESIA NGANJUK

Memasuki Musim Penghujan, Bupati Novi Tinjau Tanggul Sungai di Desa Plosoharjo Yang Jebol

Aditya (Konten Writer) - 18 December 2020 | 17:12
Pemerintahan Memasuki Musim Penghujan, Bupati Novi Tinjau Tanggul Sungai di Desa Plosoharjo Yang Jebol
Bupati Nganjuk, Novi sedang sidak Di Kali Ploso

SuaraIndonesia.co.id NGANJUK - Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidhayat, S.Sos, MM bersama jajaran Forkopimda Nganjuk, meninjau tanggul sungai yang jebol sekaligus memastikan keamanan pertanian di Dusun Jegles, Desa Plosoharjo Kecamatan Pace, Jumat (18/12/2020). 

Hal tersebut merupakan permasalahan yang selama ini dialami para petani di Desa Plosoharjo ketika memasuki musim penghujan, sehingga roda perekonomian dibidang pertanian sempat terhambat. 

Dengan kunjungan Bupati ini, mereka berharap permasalahan yang ada selama ini bisa cepat ditangani serta kegiatan bercocok tanam bisa dilaksanakan kembali.

“Kepada Kepala Dinas PUPR, Dinsos dan juga BPBD, tinjau lokasi tanggul sungai di Desa Plosoharjo. Segera lakukan penyusunan anggaran biaya (RAB) perbaikan tanggul, supaya kegiatan pertanian di Desa Plosoharjo bisa kembali normal,” himbau Mas Novi kepada OPD terkait. 

Selain permasalahan yang terjadi akibat tanggul sungai jebol, petani juga dihadapkan pada masalah kondisi pupuk yang langka serta harga jual yang turun ketika panen raya. 

Dalam arahannya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat menyampaikan 2 tips dalam menghadapi permasalahan tersebut.

“Menyikapi kondisi tersebut yang harus dilakukan para petani yaitu dengan melakukan inovasi maupun kreativitas untuk membuat pupuk dari organik (pupuk kandang), kemudian diolah dengan komposisi yang baik yang hasilnya setara dengan pupuk kimia,“ tegas Mas Novi, sapaan akrab Bupati Nganjuk.

Lebih lanjut Mas Novi menambahkan, untuk menanggulangi harga yang turun ketika panen raya yaitu adanya gudang penyangga. 

“Dimana setiap hasil panen petani, gudang penyangga akan membeli panen tersebut dengan harga standart. Dengan catatan petani harus terdaftar dalam anggota gudang penyangga tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Mas Novi menjelaskan dengan adanya pelantikan KTNA kemarin, diharapkan bisa memberikan bimbingan dan pendampingan kepada gapoktan dalam pemberian modal dengan catatan petani bisa tunda jual hasil panen, agar petani bisa mengggunakan modal tersebut untuk bertanam kembali.

Kelompok tani yang terdaftar dalam anggota Kontak Tani Andalan (KTNA), Bupati siap berikan bantuan modal bagi anggota KTNA untuk Tunda Jual dengan cara pinjam modal untu musim tanam berikutnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Desa Plosoharjo, Lamiran, mengatakan jebolnya tanggul sungai ini merupakan permasalahan tiap tahun yang dihadapi oleh petani setempat, hal ini dikarenakan pengikisan tanah pada lempengan sungai yang ditanami suket gajah.

“Selain itu, penyebab lainnya karena lubang tikus yang mebuat debit air mendorong tanggul jebol, karena tanahnya bertipe pasir” pungkasnya. (Roy)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Aditya (Konten Writer)
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya