Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19, Pengusaha Songkok dan Kopi di Gresik Berkolaborasi

Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19, Pengusaha Songkok dan Kopi di Gresik Berkolaborasi
Peristiwa Daerah
Proses produksi masker di tempat Fahrizal Jl KH Kholil, Gresik

GRESIK - Pengusaha songkok dan warung kopi di Gresik, Jawa Timur, melakukan kolaborasi memproduksi masker agar tetap bertahan ditengah pandemi Covid-19. Pasalnya, akibat virus tersebut usaha mereka sebelumnya menugi.

Mereka terpaksa menutup usahanya yang lama karena dagangan mereka sepi. Sejak diterapkannya aturan Physical Distancing menyusul gresik ditetapkan sebagai zona merah. Lantaran lima orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Fahrizal Mauludin, warga jalan KH Kholil, Gresik misalnya. Pria 26 tahun ini awalnya meneruskan usaha ayahnya sebagai pengrajin songkok. Dia telah mempunyai enam karyawan.

Karena pandemi Covid-19, Fahrizal banting stir menjadi produksi masker. Para karyawannya pun tetap bisa bekerja menjahit masker itu. "Biar teman-teman tidak menganggur, jadi kami alihkan produksi masker," kata Fahrizal, Selasa (7/4/2020).

Meski demikian, pembelian bahan baku karet yang digunakan juga dibatasi. Satu orang hanya boleh membeli karet sepanjang 30 meter seharga Rp 22 ribu. Demikian pula bahan baku kain warna putih, abu-abu dan biru.

"Saya jual per buah seharga 2.000. Alhamdulillah mendapat respon positif. Sudah ada pesanan sekitar tiga ribu buah," ungkapnya.

Senada juga disampaikan Ilham Alfin Saputra (24). Pebisnis kopi itu juga mulai menjajakan masker ke para pengusaha kopi yang lain di Gresik. Tujuannya, agar tetap buka namun tetap menjaga situasi di tengah pandemi.

Dia sengaja bekerjasama dengan pengrajin songkok untuk produksi masker. Hal itu dilakukan agar tetap eksis dan tidak sampai merumahkan atau memutus kontrak para pegawainya.

Masker dijual seharga Rp 2 ribu karena prihatin, masker mulai langka. Sekalipun ada harganya cukup mahal. Banyak pula pedagang masker dadakan yang menjual dengan harga tinggi.

"Masker sangat dibutuhkan saat ini, harga yang murah tapi berkualitas. Dalam waktu dekat kita akan produksi alat pelindung diri (APD) untuk rumah sakit," pungkasnya.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar