Watu Gudang Gumitir, Banyak 'Memakan' Ratusan Nyawa dan Kepala Manusia

Watu Gudang Gumitir, Banyak 'Memakan' Ratusan Nyawa dan Kepala Manusia
Peristiwa Nasional
Pintu masuk jalur gumitir, Jember-Banyuwangi Jawa Timur

JEMBER - Puncak jalur gumitir Jember - Banyuwangi, Jawa Timur atau tepatnya di Watu Gudang, banyak memakan ratusan korban jiwa dan kepala manusia

Pernyataan itu disampaikan oleh salah seorang pemandu jalan bernama bapak Pur, warga Kalibaru Manis Banyuwangi.

Pur menceritakan, bahwa peristiwa sejarah itu terjadi pada masa penjajahan jepang dan belanda jaman sebelum kemerdekaan.

Kata dia, ratusan kepala banyak menggelinding ke dasar jurang,  pas di batu yang dibelah oleh jalan.

"Namanya watu gudang. Ya, batunya seperti gudang. Ratusan nyawa melayang dan dipenggal di tempat ini. Mayatnya banyak dibuang ke dasar jurang ini," sebutnya, sambil menunjuk ke dasar jurang.

Menurutnya, kejadian itu pernah diceritakan oleh kakek moyangnya, saat ikut bekerja rodi atau kerja paksa di jalan tersebut.

"Ketika para pribumi lelah dan tidak kuat bekerja, mereka langsung dibunuh. Makanya, sampai saat ini tempat ini masih dikeramatkan," sebutnya.

Pur juga menyebut, di puncak paling atas hutan itu, sering terjadi kecelakaan. Namun, sejak adanya pemandu jalan, kecelakaan mulai berkurang.

"Lampu penerangan jalan yang kurang. Kami berharap pemerintah bisa memperhatikan itu dan menambah rambu-rambu lalu lintas," pintanya.

Dirinya berharap, para pemuda bisa menghormati jasa perjuang sejarah, salah satunya tidak berbuat asusila di tempat itu.

"Caranya, jangan minum-minuman keras di watu gudang. Jangan pacaran di tempat itu, biasanya malam minggu banyak berpasangan bercumbu dan bermesraan di tempat tersebut," akui dia.

Ditempat terpisah, Sholeha mengaku beberapa kali diceritakan masyarakat bahwa di tempat itu sering muncul mahluk astral.

Adapun penampakan yang muncul, kata Sholeha, menyerupai anak kecil seakan minta tolong.

"Setelah didatangi hilang begitu saja. Itu beberapa kali terjadi di jalur gumitir," ujarnya.

Sholeha juga mengaku heran, hampir setiap hari daerah tersebut diberi sesajen dan dupa oleh orang tidak dikenal.

"Yang penting ketika lewat jalur gumitir banyak berdoa dan konsentrasi tidak boleh konsong pikiran," pungkasnya.

Perlu diketahui, jalur gumitir merupakan hutan gunung yang keberadaannya sampai hari ini masih lestari. Begitupun kayu-kayu besar, masih berdiri tegak di sekitar bahu jalan.

Klik dan simak berita videonya. Jangan lupa share, like dan subscribe.

Simak video berikut:


Kontributor : Nanang Slamet
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar