default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Positif, 9 Sapi di Situbondo Mati Karena Perut Kembung

Positif, 9 Sapi di Situbondo Mati Karena Perut Kembung
Peristiwa Daerah
Sejumlah petugas saat meninjau salah satu ternak di kandang warga.
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

SITUBONDO - Kematian 9 ekor ternak sapi milik warga Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akhirnya diketahui penyebabnya. Hasil laboratorium yang dilakukan tim Kesehatan Hewan Malang, menyatakan kematian ternak warga karena tympani alias perut kembung.

"Itu bukan karena virus atau penyakit yang mengkhawatirkan. Sejak turun ke lokasi, saya sudah mengira kematian hewan itu bukan karena penyakit yang membahayakan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Situbondo, Hasanuddin Riwansia, Jumat (7/2/2020).


Dia menerangkan, dari hasil pengujian laboratorium kematian sapi terkait Rose Bengal Test (RBT) delapan sampel yang dibawa 100 persen dinyatakan negatif.
Tak hanya itu, pengujian Anthrax dari delapan sampel 100 persen  juga dinyatakan negatif.

Demikian juga dengan pengujian toksin, plumbon dan sianida semua hasilnya negatif.
Dikatakan, endoparasit dari delapan sampel yang diuji laboratorium, satu sampel positif terinfeksi cacing hati (faciola hepatica), tujuh sampel lainnya dinyatakan negatif. Sementara untuk parasit darah dari delapan sampel, hasilnya semuanya negatif.


"Dan dari pengujian yang dilaksanakan laboratorium di Malang, tidak mengarah pada penyakit hewan menular strategis (PHMS)," lanjut Kadis.
 

Atas peristiwa tersebut, pihaknya meminta kepada para peternak agar memperhatikan cara menyajikan pakan terhadap ternaknya.
Rumput muda dinilai sangat berbahaya bagi hewan ternak, dikarenakan banyak menyimpan air.


"Yang jelas, penyediaan pakan harus diseimbangkan. Jeramian itu bagus untuk penyeimbang pakan. Kalau rumput muda harus diangin-anginkan terlebih dulu untuk mengurangi kandungan air," pungkasnya.(*)


Kontributor : Sarwo Edy
Editor : Irwan Rakhday
Publisher : Arifin
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar